Postingan

Sri Maharaja Rakai Halu Sri Lokeswara Dharmawangsa Airlangga Anantawikramottunggadewa

Gambar
  Dalam gemuruh malam kelam Tersentak negeri, dihujam bencana Pralaya Medang membawa derita Murka Aji Wora-Wari musnahkan takhta Dia yang muda di antara reruntuhan Memanggul beban takdir kehancuran Berlari ke dalam kesunyian hutan jauh Menjauh dari kejaran musuh Gunung dan lembah ia tapaki sunyi Sepi menyapa, di bayang kekelahan Luruh daun, jejak mengabur mimpi Berlari, bertahan, menguji diri dalam kesabaran Di hutan Wotan Mas, dia temui pendeta Leluhur bijak, penerang jalan Petuah suci menjadi pemandu Menyusun kekuatan dari puing kehancuran. Dalam pengasingan dia menempa jiwa Menyusun kekuatan, melawan luka Membuat janji pada bumi dan dewa Kelak kembali, tegakkan negara Airlangga bangkit, menghapus rasa sakit Dari pelarian menjelma pahlawan Membangun negeri dari puing kehancuran Airlangga bangkit dengan jiwa yang tabah Dari Wotan Mas ia pimpin kembali Menyatukan negeri, memulai Medang yang baru (*)   Bumi Panjalu, 16 November 2024 ...

Sengketa Bangunan Bersejarah Eks Hotel Wilhelmina di Kota Nganjuk: Warisan Kolonial yang Diperebutkan

Gambar
Hotel Wilhelmina Nganjuk di era Kolonial, koleksi foto Museum KITLV, Leiden Hotel Wilhelmina, bangunan bersejarah yang terletak di Jalan Kartini, Kota Nganjuk, Jawa Timur, merupakan salah satu peninggalan bangunan bersejarah era kolonial Belanda yang masih berdiri hingga pertengahan tahun 2024. Dibangun pada awal abad ke-20, bangunan ini pernah menjadi simbol kemajuan dan pusat aktivitas sosial serta ekonomi pada zamannya. Sayangnya, keberadaannya yang bersejarah tidak menjamin keselamatannya dari konflik hukum. Sengketa kepemilikan dan peruntukan bangunan eks Hotel Wilhelmina telah menjadi isu hangat yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan ahli pelestarian bangunan bersejarah.   Menurut para pemerhati sejarah Nganjuk, Hotel Wilhelmina di Nganjuk merupakan satu dari tiga hotel milik Belanda dengan nama Wilhelmina yang ada di Indonesia. Selain di Nganjuk, hotel ini cabangnya ada di Manado, Sulawesi Utara dan di Bandung, Jawa Barat.   Ironis, setelah sengketa berkepa...

Airlangga

Gambar
  Mḍang Airlangga termangu. Kemegahan Kadhaton 1 Mḍang yang beberapa waktu lalu dipenuhi lautan manusia pada pesta pernikahan anak raja, mendadak lengang. Sunyi, seperti sebuah rumah suwung . 2   Di atas kuda tunggangannya, Airlangga masih terpaku. Dia merasakan kabut yang turun dari lembah Gunung Wilis menelusup ke tulang pelipisnya yang basah berkeringat.   “ Mimpikah aku ?”   Ada tombak berdenting saling beradu, entah milik siapa, tetapi suaranya tiba-tiba hilang, seperti disapu angin gunung begitu saja. Sunyi kembali.   Kadhaton Mḍang hampa. Kadhaton yang megah itu tiba-tiba saja berubah menyerupai tubuh gembel tua yang bau busuk , ringkih, lengang, dan sulit bisa dikenali lagi.   Di sudut lain, seekor kuda meringkik kesakitan. Tubuhnya tersungkur, bersamaan dengan lenguhan panjang yang terdengar menyayat hati. Sebilah anak panah menancap, tepat di batok kepalanya. Tak jauh dari kuda itu, barangkali jumlahnya ratusan orang, ter...